"Maaf, Anda Belum Berhasil..." (Part II)

Jika kebelumberhasilan menghampirimu,
Kamu boleh menangis sejadi-jadinya, tapi tetaplah tegar,
Dan selalu ingat, kebelumberhasilan ini akan menjadikanmu lebih kuat!


Gw ikhlas... memang bukan rejeki. Gw gak mau pusingin masalah kegagalan gw kemaren, atau menyesal, atau berlarut sedih. Satu prinsip gw “sedihnya gak boleh lama-lama, waktu terus jalan. Kalau kelamaan sedih bisa tertinggal”. Gw kirim email ke postech menanyakan sumber dana dan LoA, kali aja bisa dana ini gw ajuin ke LPDP. But, unfortunately, they said that they can’t give the LoA now. Awardee KGSP yang terpilih pun tidak akan memulai perkuliahan tahun ini karena mereka harus belajar bahasa dulu di universitas yang lain. Kebetulan juga gw kirim email LPDP tentang hal ini, tapi tak berbalas. Kampus menyarankan untuk masuk ke perkuliahan gelombang tahun depan (2018), dan soal pendanaan mereka memberikan sejumlah uang kepada mahasiswa internasional di semester awal, dan setiap mahasiswa yang bekerja di Lab akan diberikan gaji yang mana lebih dari cukup untuk biaya hidup. 

Bingung. Lanjutkan ke Korea atau LPDP DN yang mana gw gak harus bingung urusin soal pembiayaan dan tinggal fokus kuliah.

Setelah dipikir dan ditimbang mana yang lebih baik, Akhirnya gw mutusin untuk lanjutin beasiswa LPDP (status awardee gw akan dibatalkan kalau semester gasal ini belum lapor kampus yang fix). Pertimbangan pertama adalah soal biaya karena di postech gw belum ada jaminan buat dapet beasiswa full, baru dikabarkan soal 'beasiswa kedatangan' dan gaji bulanan kerja di lab, gw pikir lagi gw kan butuh bayar tuition fee, belum buat publikasi, riset, dll, juga pengen tetep masih kasih sedikit tambahan buat orang tua dan adek-adek. Kalau soal transport sih tiket pesawat ke Korea termasuk murah ya. Gw juga ternyata gak seberani orang-orang yang sambil kuliah sambil banting tulang kerja part-time buat memenuhi kebutuhannya di negeri orang, I give a big hand for them! hebat!. Kedua, sayang juga kalau beasiswa ini dilepas dan gw udah pengen mulai kuliah (my study in postech will be started on 2018. Masih lama. I've been waiting so long to continue my study) biar segera lulus juga *hihii* dan lanjut ambil Ph.D, aamiiin. 

Terakhir, Gw udah bikin deal sama diri sendiri diawal ketika memulai kenekatan ini dan gw akan tepati. Nyesel karena udah buang uang dan waktu? Gak tuh. Gw ngerasa apa yang udah gw korbanin gak sia-sia. Gw belajar dari itu semua dan merasakan ada peningkatan di dalam diri gw, baik soal motivasi, kekuatan mental, keterampilan bahasa inggris sampai bikin essay buat motivation letter atau sejenisnya. Dan yang paling penting gw bisa menjawab rasa penasaran gw kalau ternyata bisa kok lolos di kampus di luar negeri. Gw bisa kalau gw berani dan berusaha, cuman kurang beruntung aja gw gak dapetin beasiswanya, mungkin diluar sana orang lain lebih membutuhkan, hhahhahahahhaa *ketawa yang dibarengi tetesan air mata, LoL* (Okay, itu menghibur diri, wkwk). Selalu percaya Rencana Allah selalu lebih Indah dan Dia akan memberikan yang terbaik, yang penting manusianya usaha dan berdo'a dulu. Allah punya berbagai cara menjawab do'a kita. Semua akan selalu ada jalan keluar dan kita akan baik-baik saja.

Toh, cita-cita gw bukan cuman soal kuliah di kampus A, B, C, atau kuliah di luar negeri, bukan cuman sampai di situ aja. Rasanya kalau cita-citanya mentok sebatas kuliah di suatu almamater kampus A aja dan gak bisa bahagia kalau gak kuliah di situ, rasanya cita-cita kita harus di revisi deh karena kurang tinggi. Maksudnya adalah it’s great if we could study in the best university (by our perspective?), but please, it’s not our final destination. Cita-cita yang tinggi (menurut gw) adalah setelah lulus mendapatkan ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya di kampus, kita bisa mengaplikasikan, mengamalkan, menyebarkan, memanfaatkan ilmu kita buat kesejahteraan banyak orang, bukan hanya sebatas kuliah di kampus A lalu selesai. 

Bagi kamu yang sedang mengalami kebelumberhasilan semacam ini, tenang.. bukan hanya kamu aja yang pernah mengalaminya. Koreksi lagi cita-cita dan niat mu, jalankan strategi baru. Ikhlaskan yang sudah terjadi, telan semuanya, lupakan kekecewaan yang kamu rasa, dan mulai lagi. Kamu sudah berjuang dan jangan sampai itu terhenti. Usaha-usahamu tidak akan pernah sia-sia walau belum membuahkan hasil yang kamu inginkan.


ps: You are too beautiful to be sad. Let's be grateful and happy :)

Comments

Popular Posts